Minggu, 29 Desember 2013

PENYAKIT HATI (HEPATITIS)

Artikel kali ini yang akan diketengahkan oleh Informasi Pengobatan Herbal, yaitu; "PENYAKIT HATI (HEPATITIS).

Berikut ini uraian artikel seputar informasi pengobatan herbal dari judul tersebut di atas.

Penyakit hati (hepatitis) adalah suatu penyakit yang menyerang liver. Secara medis belum diketahui dengan jelas penyebabnya, namun orang yang menderita hepatitis kemungkinan:

  • Mempunyai satu di antara beberapa kelainan, dia antaranya adalah infeksi jaringan liver yang disebabkan oleh virus.
  • Memiliki sejarah sakit pada fungsi hati akibat keracunan
  • Pernah mengalamai kerusakan fungsi hati karena darah tidak tersuplai dengan baik ke organ-organ lain.
  • Sistem imunitas tubuh yang kacau sehingga menyebabkan kinerja hati tidak optimal
  • Mengalami trauma pada jaringan abdomen di area liver.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, hingga saat ini sekitar dua miliar orang terinfeksi virus hepatitis B di seluruh dunia dan 350 juta orang di antaranya berlanjut jadi infeksi hepatitis B kronis.

Diperkirakan, 600.000 orang meninggal dunia per tahun karena penyakit itu. Di Indonesia, angka kejadian infeksi hepatitis B kronis diperkirakan mencapai 5-10 persen dari jumlah penduduk.

Hepatitis B termasuk pembunuh diam-diam karena banyak orang yang tidak tahu dirinya terinfeksi sehingga terlambat ditangani dan terinfeksi seumur hidup. Kebanyakan kasus infeksi hepatitis B bisa sembuh dalam waktu enam bulan, tetapi sekitar 10 persen infeksi bisa berkembang menjadi infeksi kronis.

Infeksi kronis pada hati bisa menyebabkan terjadinya pembentukan jaringan ikat pada hati sehingga hati berbenjol-benjol dan fungsi hati terganggu. Dalam jangka panjang (kronik) penderitanya bisa terkena sirosis serta kanker hati.

"Di Indonesia, 70 persen pasien kanker hati terjadi akibat hepatitis B, meski hepatitis C juga bisa berkembang menjadi kanker," kata Prof. dr.Ali Sulaiman, Sp.PD-KGEH, guru besar dari Divisi Hepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara media edukasi mengenai kanker hati yang diadakan oleh Bayer di Jakarta (1/2/2010).

 

Gejala-gejala umum fase prodormal (sebelum badan menjadi kuning) : badan lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan, mual, muntah, perasaan tidak enak dan nyeri di perut, demam dan kadang menggigil, sakit kepala, nyeri pada persendian, pegal di seluruh tubuh, terutama pinggang dan bahu, serta diare. Kadang penderita seperti akan pilek dan batuk dengan atau tanpa sakit tenggorokan.

Bila sudah sampai fase kuning (ikterik), penderita akan menemui air kencingnya berwarna kuning pekat seperti teh. Selain itu, bagian putih bola mata, selaput lendir langit-langit mulut, dan kulit berubah menjadi kekuningan. Dan bila terjadi hambatan aliran empedu yang masuk ke dalam usus, tinja akan berwarna pucat seperti dempul (feces acholis).

 

Hepatitis ada 6 golongan :

 

Menurut DR. Dr. Julitasari Sundoro, berdasar perjalanan penyakit, hepatitis dibedakan menjadi akut dan kronis. Disebut kronis bila hepatitis tersebut masih ada setelah enam bulan.  Ada lima macam hepatitis yang disebabkan virus, yakni virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC atau Non-A non-B parenteral), virus hepatitis D (VHD), dan virus hepatitis E (VHE atau non-A Non-B enteric). Selain beberapa virus itu, sekarang ini bahkan sudah ada virus A-E yang menyebabkan penyakit hepatitis F dan G.

Prof. H. Ali Sulaiman, Guru Besar Penyakit Dalam FKUI, menyebutkan bahwa para penderita hepatitis yang sudah berada pada fase prodormal (sebelum badan menjadi kuning), biasanya mengalami gejala badan lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan, mual, muntah, perasaan tidak enak dan nyeri di perut, demam dan kadang menggigil, sakit kepala, nyeri pada persendian, pegal di seluruh tubuh, terutama pinggang dan bahu, serta diare. Kadang penderita seperti akan pilek dan batuk dengan atau tanpa sakit tenggorokan.

Bila sudah sampai fase kuning (ikterik), penderita akan menemui air kencingnya berwarna kuning pekat seperti teh. Selain itu, bagian putih bola mata, selaput lendir langit-langit mulut, dan kulit berubah menjadi kekuningan. Dan bila terjadi hambatan aliran empedu yang masuk ke dalam usus, tinja akan berwarna pucat seperti dempul (feces acholis).

 

Hepatitis A :   disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) dan banyak di derita oleh anak-anak. Virus menyebar melalui feses (kotoran) dan air kencing, atau alat makan yang terinfeksi oleh virus tsb. Efek yang ditimbulkan oleh jenis hepatitis ini memang tidak besar , tapi diharapkan ibu2 memantau kesehatan putera-puteri mereka.

 

Hepatitis B : disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang memiliki jangkauan lebih besar dalam penyebarannya. 

  • Virus dapat menyebar melalui darah, sperma, cairan vagina, air mata dan urin.
  • Transfusi darah yang terkontaminasi virus hepatitis juga bisa menularkan hepatitis B.
  •  Penggunaan bersama alat suntik narkoba memungkinkan tertular hepatitis B
  • Aktivitas seksual yang tidak sehat juga bisa memicu terjadinya hepatitis jenis ini.
  • Ibu yang terinfeksi virus hepatitis B  juga bisa menularkan kepada janinnya.

 

 Hepatitis C :  disebabkan jika terjadi kontak darah langsung antara seorang penderita dengan orang lain. Gejala2 yang ditimbulkan hampir mirip dengan hepatitis A dan B, namun sudah menjurus kepada penyakit liver kronis. Jika ini di derita seseorang, salah satu jalan menyembuhkannya adalah dengan transplatasi liver.  Kadang kala kerusakan sel hati diikuti dengan perubahan gen sel yang mana dapat menjadi kanker. Pasien Hepatitis C kronis memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita "hepatocellular carcinoma", suatu tipe tumor hati.

 

Hepatitis C bisa terjadi karena : 

  • Bertukar alat saat memakai narkoba  
  • Pemakaian alat tato yang tidak higienis
  • Transfusi darah yang sudah tercemar virus hepatitis
  • Transmisi antara ibu ke janin
  • Kontak seks yang tidak sehat.

Hepatitis D ( heptitis delta) merupakan 50% hepatitis tiba-tiba dan parah, dengan angka kematian yang tinggi. Di Amerika Serikat, 1% dari penderita hepatitis D mati denagn gagal, hati dalam waktu 2 minggu, dan infeksi kebanyakan menyerang para pemakai obat-obatan intravena dan penderita hemofilia. Masa inkubasi adalah 1-90 hari. Tingkat keparahan mencapai 2-70%. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah dan pada homoseksual. Menggunakan jarum dan obat-obatan secara bersamaan. Bayi dari wanita penderita hepatitis D.

Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

 

Hepatitis E adalah virus hepatitis (peradangan hati) yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). HEV memiliki rute transmisi fecal-oral (kotoran ke mulut). Infeksi dengan virus ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1955 selama wabah di New Delhi, India.

Epidemiologi - Insiden hepatitis E tertinggi terdapat pada remaja dan orang dewasa berusia antara 15 – 40 tahun. Meskipun anak-anak sering terkena infeksi ini juga, namun mereka jarang menunjukkan gejala. Tingkat kematian umumnya rendah, Hepatitis E biasanya akan hilang dengan sendirinya dan pasien sembuh.

Hepatitis E lazim di kebanyakan negara berkembang, dan umum di negara manapun dengan iklim panas. Hal ini meluas di Asia Tenggara, Afrika bagian utara dan tengah, India, dan Amerika Tengah. Ini menyebar terutama melalui kontaminasi tinja pada pasokan air atau makanan; transmisi orang-ke-orang jarang ditemukan, namun bisa terjadi saat berhubungan seks oral-anus (misalnya menjilat anus). Wabah epidemi Hepatitis E paling sering terjadi setelah hujan lebat dan musim hujan karena gangguan pasokan air.

Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

 

 

Hepatitis F

Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.

 

 

Hepatitis G 

Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik.

 

Pencegahan :

 

Pencegahan hepatitis A dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman kita agar tak tercemar virus hepatitis A. Selain itu, perilaku anal seks, misalnya, juga dapat menularkan hepatitis A. Sedangkan untuk hepatitis B, selain menjaga kebersihan, penggunaan jarum dan alat kedokteran lain harus dijaga agar tak tercemar hepatitis B. Alat suntik yang digunakan harus sekali pakai, sedangkan alat kedoketran lain jika harus dipakai ulang perlu disterilkan lebih dahulu. Nah, untuk hepatitis A ataupun B sudah ada vaksinnya, tetapi vaksin hepatitis C masih dalam penelitian.

 

Secara garis besar, pencegahan hepatitis dilakukan dengan cara :  

  • Gaya hidup sehat dan menjaga higienis alat2 pribadi
  • Selalu waspada terutama saat minum di restoran atau ketika berenang di kolam umum
  • Selalu minum air rebus (masak)
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan, terutama setelah melakukan aktivitas dari toilet
  • Bersihkan WC atau kamar mandi dengan cairan antiseptik.

 

TOA , dari beberapa sumber :

 

ARTIKEL TERKAIT :

 



Demikianlah, PENYAKIT HATI (HEPATITIS) - mudah-mudahan bisa memberikan pencerahan tentang pengobatan herbal.
Penulis: Tanaman Obat Alternatif

---
Sumber artikel: /notes/tanaman-obat-alternatif/penyakit-hati-hepatitis/10150160972459520

Artikel Menarik lainnya: Pengobatan Osteoporosis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar