Sabtu, 22 Maret 2014

Niat Puasa Mesti dilakukan setiap Malam

Niat Puasa Mesti dilakukan setiap Malam
Berikut uraian dari pembahasan judul di atas.

Syarat diwajibkannya puasa.

Seseorang diwajibkan oleh syariat untuk menunaikan puasa apabila;

1. Ia beragama islam.

Karena puada adalah ibadah, maka untuk shahnya niat, mesti islam terlebih dahulu

 

2. Sudah berusia baligh.

Adapun anak-anak yang belum baligh disuruh berpuasa bertujuan agar ia terbiasa melaksanakan ibadah puasa sejak kecil, sehingganya ketika memasuki usia baligh, ia tidak merasakan keberatan menunaikannya.

 

3. Berakal

Maka tidak wajib berpuasa bagi orang-orang yang gila, orang yang pingsang di saat ia pingsan dan kondisi-jondisi lainnya yang menyebabkan hilang akal. Namun tidak membatalkan puasa, apabila seseorang menggunakan waktunya dengan tidur sepanjang hari.

 

4. Bersih dari haid dan nifas sepanjang hari.

Apabila perempuan mengalami haid atau nifas kemudian suci di siang hari sebelum waktu berbuka, dianjurkan kepadanya untuk ikut menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa layaknya orang berpuasa sejak suci sampai berbuka, karena faktor kehormatan bulan Ramadhan.

Apabila seorang perempuan sedang haid atau nifas ikut menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan niat puasa, ia berdosa.

 

5. Sanggup untuk menunaikan puasa.

Bagi orang-orang yang tidak sanggup berpuasa karena ada uzur, seperti: sudah tua, sakit menahun, bepergian jauh, hamil, menyusui, dll. boleh untuk tidak berpuasa dengan konsekuensi qadha` atau fidyah  atau qadha` dan fidyah sebagaimana sudah dipaparkan sebelumnya.

 

Syarat sahnya puasa

Agar puasa seseorang yang menunaikan puasa dianggap sah oleh syariat, maka ia mesti memenuhi persyaratan, :

  1. Beragama islam
  2. Mumayyiz, seorang pada usia tertentu yang sudah bisa membedakan baik dan buruknya sesuatu.
  3. Tidak ada uzur yang menghalangi untuk berpuasa, seperti sedang haid, dll..
  4. Dilaksanakan pada waktu seseorang harus berpuasa, yaitu pada bulan Ramadhan dan ditahan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

 

Rukun puasa

Rukun puasa merupakan faktor penentu (vital) yang tidak mungkin terlaksana puasa seseorang kecuali apabila memenuhinya, yaitu;

  1. Niat
  2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa.

Pejelasan lebih lanjut terhadap kedua rukun ini.

A. Niat

Niat adalah bermaksud untuk melaksanakan puasa, redaksi niat yang sempurna seperti:

نويت صوم غد عن أداء فرض شهررمضان هذه السنة لله تعالى 

 

Saya bermaksud untuk melaksanakan puasa esok hari sebagai pelaksanaan kewajiban puasa di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Swt.

 

Tempat berniat

Berniat dilakukan di dalam hati, dan dianjurkan untuk dilafazkan dengan lisan. Namun tidak cukup hanya dengan berniat secara lisan saja, tanpa berniat di hati. Apabila ada yang berniat hanya di lisan dan tidak dibarengi dengan berniat di hati, maka ia tidak dianggap berniat.

 

 

Hukum berniat

Berniat adalah wajib dan tidak sah puasa wajib ataupun puasa sunnat kecuali jikalau berniat. Berdasarkan hadits

إنما الأعمال بالنيات  

Bahwa sesungguhnya hanyalah diterima amalan sesuai dengan niat.

 

Syarat niat puasa

  1. Tabyit (diniatkan sejak pada malam hari).

Oleh karena itu orang-orang yang melaksanakan puasa wajib; puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa kaffarah, puasa fidyah, dll. wajib berniat melaksanakan berpuasa dari malam hari dan tidak sah puasa mereka jikalau tidak diniatkan dari malam hari, berdasarkan hadits:

 وعن حفصة أم المؤمنين أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (من لم يبيت الصيام قبل الفجر فلا صيام له

 

Orang-orang yang tidak berniat melaksanakan puasa sejak malam hari sebelum fajar, maka ia tidak berpuasa.

 

Waktu berniat?

Berniat bisa dilakukan sepanjang malam, sejak terbenam matahari sampai terbit fajar. Agar tidak lupa, sebaiknya seorang muslim/ah segera berniat untuk pelaksanaan esok harinya mulai setelah berbuka puasa atau setelah melaksanakan shalat tarawih.

 

Apabila seseorang telah berniat puasa sejak malam hari, ia tetap dibolehkan untuk makan, minum, bergaul suami istri dan tidur. Hal-hal disebutkan tidak membatalkan niat mereka dan puasa apabila mereka melakukannya, puasa mereka esok harinya tetap sah. Jikalau seseorang yang akan berpuasa baru berniat setelah masuknya waktu fajar, maka niatnya tidak sah.

 

Adapun puasa sunnat tidak dimestikan berniat sejak malam hari, ia boleh berniat siang hari sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari ke arah barat), selama masih menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai saat ia berniat.

 

2. Ta`yin (menentukan jenis puasa yang dilaksanakan)

Seseorang yang menunaikan puasa wajib mesti menentukan jenis puasa wajib yang dilaksanakannya. Meskipun seseorang berada di bulan Ramadhan dan ia hanya bisa melaksanakan puasa wajib Ramadhan, ia tetap wajib  berniat puasa wajib di bulan Ramadhan, seperti halnya seseorang yang berniat menunaikan shalat zuhur di waktu zuhur masih ada atau shalat Ashar, dll., berdasarkan hadits:

وإنما لكل امرئ مانوى

 

Dan hanyalah seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.

 

2. Takrar (mengulangi berniat setiap hari)

Apabila diniatkan untuk berpuasa setiap hari sepanjang Ramadhan, dengan sistem rapel niat di malam pertama Ramadhan untuk berpuasa selama sebulan penuh, maka maka puasanya hanya sah untuk puasa pada hari pertama dan tidak sah untuk hari selanjutnya. Untuk hari kedua dan hari selanjutnya, ia wajib mengulangi niat kembali pada malam harinya. Karena ibadah puasa setiap harinya adalah ibadah terpisah, yang berdiri sendiri, dengan bukti;

- Masuk waktunya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Ada pembatas waktu antara ibadah puasa pada suatu hari dengan hari sebelum dan sesudahnya, yaitu malam hari, sebagai waktu tidak melaksanakan puasa.

- Apabila puasa batal satu hari, tidak menyebabkan batal puasa seluruh hari yang dilaksanakan, sebelumnya atau sesudahnya.

 

Apabila seseorang lupa untuk berniat, maka puasanya tidak sah, karen ia telah meninggalkan rukun puasa. Itu bukan berarti ia boleh mengkonsumsi apapun seperti halnya di kala tidak puasa pada siang harinya. Akan tetapi ia wajib menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sebagaimana orang-orang berpuasa, demi kehormatan Ramadhan. Dan ia wajib qadha` (mengganti) puasa yang tidak berniat puasa pada malam harinya di hari-hari lain di luar bulan Ramadhan




Penulis: LAKI-LAKI MUSLIM SEJATI ADALAH YANG MENEGAKKAN SHOLAT 5 WAKTU DI MASJID
---
/notes/laki-laki-muslim-sejati-adalah-yang-menegakkan-sholat-5-waktu-di-masjid/niat-puasa-mesti-dilakukan-setiap-malam/10150250863009499

Tidak ada komentar:

Posting Komentar